Santo Albertus Marvelli

Pengantar
Orang Kristen terpanggil untuk peduli kepada orang miskin, sakit, tersingkir dan menderita. Pada wajah mereka terdapat wajah Allah. Kitab Suci menulis, “Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Mat 25: 40). Hal inilah yang menjadi spirit hidup orang kudus kita kali ini, yaitu Beato Albertus Marvelli, yang peringatannya dirayakan pada tanggal 5 Oktober.

Riwayat Hidup
Lahir pada 21 Maret 1918 di Ferrara (Italia), Albertus Marvelli adalah putera dari Luigi Marvelli dan Maria Mayr. Sejak kecil Albertus diberikan pendidikan Kristen yang kuat oleh orangtuanya. Memasuki usia remaja, Albertus bergabung dengan Oratori Salesian dan kelompok Aksi Katolik di paroki.

Hasil didikan orangtua terlihat ketika Albertus selalu mengikuti misa pagi dan sesering mungkin menerima ekaristi. Ia juga mengaku dosa seminggu sekali dan sering minta bimbingan rohani. Albertus selalu mendoakan Rosario dan Malaikat Tuhan pada siang hari.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya, Albertus melanjutkan ke Universitas Bologna dengan mengambil jurusan teknik sipil. Albertus tetap aktif dalam Aksi Katolik dan pada setiap hari Sabtu ia mengunjungi orang-orang miskin. Setelah menyelesaikan pendidikannya pada tahun 1941, Albertus kembali ke Remini. Kebiasaan mengunjungi orang miskin dan sakit tetap dijalaninya. Pada saat Perang Dunia II keluarga Albertus pindah ke Vergiano, dan Albertus kerap kembali ke kota untuk menolong orang-orang yang terluka dan tidak memiliki rumah dengan memberikan apa yang ia miliki. Saat Jerman berkuasa, Albertus juga menyelamatkan banyak orang yang akan dideportasi menuju kamp konsentrasi.

Albertus Marvelli meninggal dunia pada 5 Oktober 1946 di Remini, Forli, Italia, dalam sebuah kecelakaan. Pada 5 September 2004 ia dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II.

Apa yang Dapat Dipelajari?
Kisah hidup Beato Albertus Marvelli dapat menarik perhatian bukan saja untuk kaum religius, melainkan juga kaum awam. Orangtua Albertus menyadarkan para orangtua dewasa kini akan panggilan hidup mereka sebagai orangtua, yang menjadi tujuan pernikahan. Orangtua adalah pendidik pertama dan utama bagi anak-anak.

Sementara itu ada teladan dari Albertus, yang merupakan buah dari didikan orangtuanya. Teladan itu dapat kita terapkan dalam kehidupan kita. Beberapa teladan Albertus adalah:

  1. Rajin mengikuti perayaan ekaristi
  2. Rajin menerima sakramen tobat
  3. Rajin berdoa Rosario dan doa Malaikat Tuhan pada siang hari
  4. Menjadikan imam sebagai tempat bimbingan
  5. Peduli kepada orang miskin dan menderita

Satu hal yang perlu disadari adalah bahwa Albertus Marvelli adalah juga tokoh politik. Kepribadiannya yang saleh dan santun membuat ketokohannya sungguh disegani dan dihormati bahkan oleh lawan politiknya. Karena itu, sosok orang kudus ini dapat menjadi inspirasi para politikus kita dewasa ini.***

Sumber: Budak Bangka

image_pdfimage_print

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*