Kesaksian Suster Berkarya Di Antara Orang Gila

Setelah ditemukan miskin dan hamil di sebuah desa di India Tengah 6 tahun lalu, Delima kini tinggal di temat aman. Kongregasi Suster-suster Adorasi Sakramen Mahakudus menemukan Delima dalam kondisi acak-acakan di jalan berdebu di Distrik Bastar, Negara Bagian Chhattisgrarh. Usianya diperkirakan 30-an tahun.

Suster Maria mengatakan bahwa Delima telah dieksploitasi secara seksual dan hamil 7 bulan. Namun sayang, tidak ada catatan orang yang mengeksploitasinya atau berapa lama Delima berada di jalan. Para suster membawanya ke rumah Ashirward (berkat dalam bahasa Hindi), sebuah Pusat Rehabilitasi bagi kaum perempuan sakit jiwa, yang tetap beroperasi hingga saat ini.

Delima melahirkan saat dia sakit mental kronis dan bayinya dibawa ke pusat adopsi dan semua proses hukum telah dipenuhi. Saat ini Delima bersikap, bertindak dan berbicara seperti orang normal, tetapi suster mengatakan Delima tidak dapat mengingat sebagian besar hidupnya sebelumnya. Dia masih tidak tahu siapa orangtuanya, dimana dilahirkan atau nama lengkapnya. Yang masih diingatnya adalah ia berasal dari daerah Kotpad, tetangga Negara Bagian Adisha, dan mertuanya memperlakukan dia dengan kasar.

Rumah Ashirward didirikan pada tahun 2008 oleh Suster Libertha Kochupurackal. Suster Libertha begitu prihatin ketika melihat begitu banyak wanita sakit jiwa dibiarkan mati di jalan-jalan dan di tempat-tempat umum lainnya dengan tidak ada yang merawat mereka termasuk pemerintah. Paling sering perempuan dieksploitasi secara seksual dan hidup seperti binatang.

Pusat rehabilitasi bagi kaum perempuan sakit jiwa ini muncul pada saat yang tepat, ditunjuk Allah. Saat ini polisi akan secara otomatis membawa perempuan sakit jiwa ke pusat tersebut. Jika para perempuan ini tidak diterima di pusat ini, mereka akan mati di jalan.

Setelah seorang wanita telah sembuh dari sakit jiwanya, para suster mengatakan bahwa sudah menjadi tradisi bahwa dia akan tetap ditolak oleh keluarganya. Champawali Joshi (51) adalah salah satu contoh dari kasus tersebut. Polisi membawa dia dari jalan tahun 2013 dan mendapat perawatan di pusat ini dan ia sembuh. Joshi sekarang ingin kembali ke keluarganya, tetapi mereka tidak mau menerimanya.

Sumber:  UCANEWS Indonesia

image_pdfimage_print

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*