Kesaksian Rogayyah : Yesus adalah Jalan Lurus

Nama saya Rogayyah, seorang wanita Melayu dari Malaysia. Pada masa bangku sekolah, saya telah belajar di sekolah biasa di waktu pagi dan di sekolah agama Islam pada waktu petang. Di sekolah agama, saya telah mengaji dan membaca al-Quran, menghafalkannya dan juga menafsirkannya dengan betul. Saya telah mencapai kelayakan Ustazah di sekolah agama itu dan oleh itu saya juga telah mengajar agama kepada anak-anak murid Islam yang lain.

Semasa mengaji agama Islam, saya telah diajar bahwa berdoa adalah satu-satunya cara untuk mendekati Tuhan. Dalam solat, kami diwajibkan membaca surah Al-Fatihah (surah pertama Quran) setiap kali. Ayat 6 surah ini berkata: “Tunjukilah kami ke jalan yang lurus.” Saya telah mengucap ayat ini selama berpuluh-puluh tahun, namun saya tidak pernah menjumpainya, walaupun saya telah mencoba dengan ikhlas.

Saya pernah menanyakan Ustaz saya dahulu, tentang ‘jalan lurus’ ini tetapi jawabannya selalu ialah jangan tanya tentang hal-hal itu, terimalah saja tanpa bertanya! Sebaliknya di sekolah pagi, saya senantiasa bertanya bila terdapat persoalan dan guru akan menjawabkan.

Saya telah diajar untuk mendoakan Nabi Muhammad di penutup setiap doa solat, memohonkan Allah supaya menyelamatkan Nabi juga. Tetapi, bukankah Muhammad itu seorang ‘Rasul’, pembawa risalat Tuhan, jadi belaiu haruslah diselamatkan kerana ketakwaannya. Saya juga telah menanyakan hal ini kepada Ustaz saya, tetapi dia telah memarahi saya dan juga memanggil saya seorang “kafir”! Ustaz saya tidak menyukai saya. Dia juga tidak dapat memberi jawaban yang memuaskan bagi pertanyaan saya itu. Ini membuat saya kecewa dan saya pun mencari jawaban di tempat yang lain.

Nenek-moyang saya adalah bomoh dan dukun. Saya mewarisi kemahiran nenek moyang saya. Orang sakit, terutama yang dirasuk, atau yang terkena sawan, mencari penyembuhannya pada saya. Kebolehan saya dalam bidang ini datang dengan pertolongan orang halus (jinn) yang saya dapat dari nenek saya.

Saya pernah terkejut ketika melihat ayat-ayat al-Quran yang boleh digunakan bagi memikat hati lelaki dan wanita. Ada juga ayat yang bisa dipakai untuk menyusahkan orang lain. Ini membuat saya curiga akan kemurnian Islam. Pernah saya ikut kawan beragama Hindu ke kuil Hindunya. Di sana, saya melihat beberapa patung berhala yang memegang lembing. Saya amat tidak senang hati dengan benda-benda itu, lagipun, bahasa upacara ibadat mereka dalam Tamil, yang saya tidak fahami.

Selepas itu, saya telah ikut beberapa sahabat Kristian pergi ke gereja pada hari Minggu. Di sana, saya tidak berjumpa dengan patung-patung berhala, lagipun bahasa pengantar waktu ibadatnya Inggris yang saya fahami. Saya terus bersama-sama dengan kawan-kawan pergi ke perjumpaan doa (prayer meetings) di rumah guru sekolah Inggris saya. Di sana saya dihormati dan menerima kasih-sayang dari umat Kristian yang sebelum itu tidak pernah dirasa di rumah saya sendiri!

Pada suatu petang, saya kembali ke rumah dengan membawa sekeping gambar Isa Almasih. Bapa saya memukul saya ketika dia melihat gambar itu. Sejak itu, saya teruskan ibadah-ibadah Islam saya sebagai seorang anak yang mendengar kata ibu-bapa saya, dan juga kerana takut diusir keluar dari rumah atau diberhentikan persekolahan saya.

Di dalam al-Quran, saya membaca surah al-Zukhruf ayat 61 yang berbunyi: “Sesungguhnya ‘Isa itu memberitahukan hari kiamat, sebab itu janganlah kamu ragu-ragu tentang itu dan ikutlah Aku. Inilah jalan yang lurus.” Ayat 62: “Janganlah kamu terhalang oleh Syaitan, sesungguhnya dia musuh yang nyata bagimu.” Ayat 63: “Tatkala ‘Isa datang dengan ayat-ayat katanya: ‘Sungguh aku datang kepadamu dengan membawa hikmah, dan supaya kuterangkan kepadamu sebagian apa yang kamu perselisihkan; maka takutilah Allah dan ikutlah aku.'”

Ketika saya bertanya tentang ayat ini pada ustaz, dia hanya berkata bahwa dipenghujung hayat manusia, kita akan berjumpa nabi Muhammad. Sebenarnya dia telah benar-benar keluar dari persoalan saya. Kadang-kala, saya akan pergi ke gereja seorang diri. Ini termasuk sebuah gereja Katolik. Di sanalah saya telah bertemu dengan bakal suami saya, Richard.

Richard adalah seorang Katolik. Saya mengikutnya ke Gereja Katolik. Upacara ibadah Katolik ada kemiripan dengan ibadah solat Islam. Tetapi ada kala saya ingatkan Richard tentang patung-patung di dalamnya, tetapi Richard tidak pernah berselisih dengan saya pasal itu.

Pada satu hari Richard jatuh sakit, dan terpaksa masuk rumahsakit. Sekalipun sudah keluar dari rumahsakit Richard terus menjadi kurus dan lemah. Jadi, saya telah coba mengobatinya dengan cara tradisional saya, yaitu dengan membaca ayat-ayat suci al-Quran ke atas minumannya untuk diminum. Tetapi itupun tidak berhasil. Saya heran sebab saya seorang bomoh yang disegani oleh orang di kampung saya.

Tidak lama kemudian, sahabat Richard memperkenalkan seorang pendeta gereja kepada kami. Beliau telah menjelaskan kepada kami dari Injil bagaimana ‘Isa telah menyembuhkan ramai orang sakit bukan saja di zamannya, malah sehingga ke hari ini juga! Kami hanya perlu mempercayai kuasanya dan mengimani firmannya, Richard juga boleh mengalaminya sendiri. Itu adalah kali pertama kami telah membaca Injil dan berdoa bersama-sama sebagai suami-isteri. Selang beberapa minggu saya dapat melihat perubahan pada suami saya. Tuhan Allah telah mendengar dan mengabulkan doa kami! Hallelujah!

Akhirnya kami berdua menjadi jemaat pendeta itu. Kami berdua amat senang dan banyak diberkati semasa mengikuti kebaktian-kebaktian gereja ini dan telah banyak mendalami pemahaman dan penghayatan kami tentang Alkitab melalui khotbah-khotbah yang disampaikan oleh pendeta dan gembala Tuhan yang diurapi Roh Kudus.

Pada suatu minggu kami pergi ke gereja. Saya dipanggil ke depan supaya didoakan. Tiba-tiba satu cahaya yang amat cerah muncul di depan saya. Bentuk cahaya itu sebuah Salib. Kejadiannya begitu cepat sekali. Pada saat seterusnya, saya telah rebah di atas lantai, dan beberapa orang jemaat sedang mendoakan saya. Kegirangan saya tidak terhitung pada saat itu. Dengan penuh gembira, ketenangan dan suka hati saya kembali ke rumah dengan Richard. Ini adalah pengalaman yang tidak dapat dihilangkan.

Kami meneruskan pengkajian Alkitab kami. Pada satu hari, saya membaca nas Alkitab dari Yohanes 14: 6 “Aku adalah Jalan, Kebenaran dan Kehidupan. Tiada seorang pun yang datang kepada Allah Bapa, kecuali melalui aku.” Saya kagum karena ayat ini berabad-abad kemudian dicatatkan dalam al-Quran pada surah al-Zukhruf ayat 61-63 : ‘Ikutlah Aku, Inilah Jalan yang lurus..”. Pada saat itu saya sudah yakin bahwa penyelamatan saya terletak hanya pada Isa Almasih.

Satu tahun kemudian, pada jam 11 malam, sekumpulan dari Petugas Agama Islam datang ke rumah kami. Mereka ingin tahu bagaimana saya memeluk agama Kristen. Saya ambil kesempatan itu untuk menjelaskan al-Quran dan Injil. Saya jelaskan siapa itu Isa Almasih dan bahwa nabi Muhammad hanya seorang rasul yang perlu diampuni dosa-dosanya oleh Tuhan dan diselamatkanNya.

Kepada tamu saya itu, saya jelaskan tentang surah Fatir, yaitu pemelukan agama saya itu adalah tanggungjawab saya sendiri, dan saya diri akan mempertanggungjawabkan kepada Tuhan Allah pada Hari Kiamat. Tidak ada insan yang dapat melakukannya bagi diri saya. Saya rasa ada keinginan beberapa pihak ‘berkuasa’ Islam yang mahu coba menentukan masa depan bagi pihak orang-orang Islam yang lain. Itulah satu sebab kenapa ada orang yang dikecam dan diancam kematian dan pembunuhan bila mereka meninggalkan Islam dan memeluk agama lain. Setelah mendengar penjelasan dari saya, pegawai-pegawai agama itu pun meninggalkan rumah saya.

Sumber: Budak Bangka

image_pdfimage_print

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*