Apa Yang Ditabur Tidak Ada Yang Sia-Sia

Nama saya Benny Sorliam bersama pasangan saya Lucia Prihatin, di usia perkawinan kami yang ke-24 kami telah 23 tahun menjadi anggota Couples For Christ (CFC) di Pangkalpinang. Bersama dua orang anak perempuan dan dua orang anak laki-laki yang dikaruniakan Tuhan kepada kami, kami mencoba menjalani hidup dengan budaya CFC.

Awal pertama saya menjadi anggota CFC terjadi pada bulan Maret 1992 ketika saya dikunjungi beberapa teman anggota CFC Pangkalpinang. Mereka bermaksud mengundang saya dan pasangan saya untuk ikut seminar Christian Life Program angkatan kedua yang akan diselenggarakan oleh CFC Pangkalpinang didukung oleh CFC Jakarta serta beberapa saudara dari Philipina. Pada awalnya saya menolak dengan halus mengingat saya termasuk orang yang sibuk yang baru merintis usaha. Apalagi pada waktu itu saya belum mengenal CFC.

Akan tetapi beberapa waktu kemudian saya sangat terdorong untuk ikut CLP ketika saya melihat teman-teman CFC Pangkalpinang saat itu sangat semangat sekali. Rasa ingin tahu juga mendorong saya untuk menghadiri CLP bersama pasangan saya sampai selesai. Di dalam seminar ini saya dan pasangan saya mendapat pengajaran tentang bagaimana hidup kekristenan itu yang sebenarnya yang lebih banyak melibatkan Allah di dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat.

Saya bersyukur bergabung dengan komunitas ini karena melalui komunitas ini saya belajar banyak tentang bagaimana menjalani kehidupan serta menjalin relasi yang baik dengan Allah dan sesama. Relasi saya dengan Allah akan mempengaruhi relasi saya dengan sesama. Sesama saya yang paling dekat adalah isteri dan anak-anak saya. Dengan perbedaan latar belakang kehidupan saya dan pasangan saya, dimana saya dilahirkan sebagai orang Bangka dan pasangan saya orang Jawa, kami sangat terbantu oleh pengajaran-pengajaran serta retreat-retreat di CFC.

Dalam doa serta membaca kitab suci setiap hari kami merasa Tuhan meneguhkan kami untuk mampu manapaki jalan kehidupan ini dengan penuh kepercayaan kepada Tuhan. Perbedaan pandangan dan latar belakang kehidupan di antara kami tidak menjadi masalah lagi bagi kami dan dari hari ke hari kami bertumbuh untuk semakin mencintai. Sharing-sharing yang dilakukan dengan teman-teman di dalam pertemuan kecil yang disebut Household di komunitas CFC juga semakin memperkaya dan menyemangati kami untuk hidup benar di mata Tuhan. Kalau ada masalah di dalam keluarga, maka masalah itu akan dibawa dalam doa atau pertemuan keluarga dengan menghadirkan Tuhan untuk membantu menyelesaikannya.

Pada saat saya dan keluarga harus menghadapi ujian berat dimana saya divonis dengan sakit-sakit berat, kami merasakan betul bagaimana peran dan karya Tuhan dinyatakan dalam peristiwa ini. Situasi keuangan yang berat akibat biaya pengobatan yang luar biasa yang harus dikeluarkan, dengan bantuan Tuhan yang seringkali tidak diketahui bagaimana caranya selalu menjadi solusi yang luar biasa bagi keluarga kami. Tahun 2000 saya divonis kanker hati, dan berkat kasih-Nya saya sembuh. Tahun 2012 kembali saya divonis sakit kanker getah bening stadium empat, dan kembali berkat belas kasih Tuhan saya sembuh. Kesembuhan-kesembuhan ini adalah mujizat Tuhan yang diberikan kepada saya sehingga kami sekeluarga semakin yakin akan penyelenggaraan dan pertolongan Tuhan. Dari pencobaan-pencobaan ini kami sadar bahwa kami harus semakin teguh memegang tangan Tuhan karena tanpa Tuhan kami sungguh tidak berarti apa-apa.

Pada akhirnya, apa pun yang telah terjadi pada diri saya, saya bersyukur kepada Tuhan atas semua peristiwa hidup yang harus saya alami di mana pada akhirnya saya mampu melihat karya Tuhan yang ajaib. Tuhan menghendaki saya mengasihi-Nya dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi, dan dengan segenap kekuatan saya.

Dua puluh tiga tahun saya sebagai anggota CFC. Dalam kurun waktu itu saya tidak pernah menyesal menjadi anggota komunitas ini, saya bersyukur bahwa di dalam komunitas ini saya boleh bertumbuh, saya dan keluarga saya boleh merasakanbahwa Tuhan hadir dan kami boleh mengalami kasih setia-Nya.Apa yang ditanam pada awalnya tidak ada yang sia-sia. Pada saatnya akan berbuah, dan buahnya lebat. Terima kasih CFC atas semua yang telah saya dan keluargaku jalani bersamamu. Semoga semuanya akan menjadi peristiwa untuk kemuliaan nama Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang. Semoga.

Pangkalpinang, 20 Agustus 2015

image_pdfimage_print

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*