Wajah Maria Dalam Islam

Bagi  umat Islam yang mendasarkan diri pada Al Qur’an, figur Bunda Maria (Arab: Maryam) merupakan wanita yang begitu agung dalam penghayatan iman kepada kehendak Allah. Maria yang menjadi pribadi yang sungguh berkenan di hadapan Allah dalam Injil adalah Maryam yang merupakan juga sosok yang menjadi pilihan Allah bahkan yang telah disucikan oleh Allah sendiri menurut Al Qur’an. Dilukiskan dengan indah dalam Al Qur’an bagaimana warta Malaikat Jibril kepada Maryam menempatkan Maria sebagai “yang dipilih” Allah dan sekaligus “dipilih diantara segala wanita”: “Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu)” (QS. Ali Imran (03) 42).

Dalam bahasa Arab, nama Maryam berarti Hamba Allah. Ayah Maryam adalah Imran binti Saham dari keturunan Daud dan ibunya adalah Hannah. Nama membawa makna! Nama Maryam tentunya memiliki sejarah perjalanan iman baik dari orangtua Maria yang kemudian memuncak pada pribadi Maria itu sendiri. Al Qur’an memperlihatkan bagaimana Bunda Maria yang sekaligus Bunda Yesus itu, dipersembahkan kepada Allah bahkan sebelum dia dilahirkan.

“… ketika istri Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat….karena itu terimalah daripadaku. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Ali Imran (3) 35.). Petikan dari Al Qur’an dalam Surah Ali Imran tersebut mengungkapkan kerinduan mendalam Hanna, ibu Maryam akan kehadiran seorang anak dalam kehidupan keluarga mereka dan bahkan bernazar bahwa bila permohonannya dikabulkan maka dia akan mempersembahkan anaknya kepada Allah. Sungguh mengagumkan, bahwa Allah sudah menjaga kesucian Maria dengan menghadirkan orangtuanya yang merupakan pribadi-pribadi yang begitu dekat dengan Allah yang orientasi pemikiran dan hati mereka adalah untuk karya Allah!

Selanjutnya, kelahiran Maria yang diinformasikan dalam Al Qur’an merupakan bukti Allah yang mendengarkan seruan dan kerinduan umat-Nya. Realitas iman ini sangatlah menarik juga untuk diperhatikan yaitu bahwa kehadiran seorang anak perempuan yang dipersembahkan kepada Allah di dalam konteks masyarakat yang berorientasi patriakal, sebagaimana diabadikan dalam tulisan Al Qur’an tetap menjadi kehadiran yang bisa diterima,  dihormati dan tidak diperdebatkan. Tentulah, semua ini adalah campur tangan Ilahi.  Dilukiskan dalam Al Qur’an bahwa Allah menerima dedikasi hidup Maria dan Allah sungguh menyertai hidup Maria dan Maria sangat menyadari hal itu (Lihat dalam QS. Ali Imran (03) 37).

Dalam sebuah film religius yang berdasarkan Al Qur’an dan tulisan-tulisan klasik-tradisonal islami, yang  berjudul “Maryam al-Muqaddasa”, yang dibuat di Iran,  menghadirkan dengan indah cuplikan bagian kisah kehidupan Santa Maria sebagai seorang anak perempuan yang masih sangat belia pergi ke Bait Allah di Yerusalem di bawah bimbingan Imam Zakariah, mempersembahkan hidupnya bagi Tuhan layaknya seorang biarawati. Mungkin bisa dikatakan  “Mary is the first nun in the world” !

Maria yang hadir sebagai Maryam dalam Al Qur’an sungguh diliputi dengan tanda-tanda ilahi, sejak kelahirannya, masa mudanya dan disusul dengan peristiwa pemberitahuan tentang seorang anak yang akan dilahirkannya yang berasal dari Allah. Kenyataan akan kehadiran Maryam binti Imran (Maryam, anak Imran) akhirnya tak bisa dilepaskan dari kehadiran Isa binti Maryam (Yesus, anak Maria). Kehadiran Yesus dalam Injil yang juga adalah Isa dalam Al Qur’an menjadikan suatu ujian iman dalam kehidupan Maria. Namun, untuk kesekian kalinya, Maria tetap hadir sebagai sosok yang memiliki iman yang unggul di saat peristiwa pemberitahuan hingga saat kelahiran Isa yang dihadirkan dalam Al Quran, dalam Surat Maryam (19): 16-26,  melampaui pemikiran manusiawinya.

Perjumpaan Maria dengan Yusuf tetap menempatkan pribadi Maria sebagai wanita suci yang begitu peka akan campur tangan Roh Allah dalam peristiwa kelahiran isa, putranya. Kesadaran yang diletakkan dalam kepekaan imannya kepada Allah dalam peristiwa seputar warta gembira dan kelahiran Isa As dalam diri Maria, perlahan-lahan membantu Yusuf juga dalam memahami campur tangan ilahi dalam peristiwa tersebut. Sungguh indah diceritakan oleh Hilmi ‘Ali Sya”ban penulis religius islami yang mendasarkan tulisannya pada Al Qur’an dan teks-teks islami Tarihk al-Thabari: “…setelah Maryam berkata demikian, maka terbersitlah kesadaran dalam dirinya (Yusuf) bahwa bayi dalam kandungan Maryam adalah anugerah dari Allah SAW…..sejak saat itu Yusuf mengambil alih pekerjaan Maryam.”  Indahlah realita ini bahwa getaran iman Maria menjadikan Yusup juga bertumbuh dalam iman akan penyelenggaran Tuhan dalam kehidupan bagi keselamatan banyak orang. Kedekatan Yusuf dengan Allah semakin diteguhkan berkat iman Santa Maria. Ini kiranya menjadi gambaran bahwa keteguhan iman seseorang akan membantu atau melengkapi peziarahan iman orang lain.

Kehidupan Maria sebagai seorang yang diliputi dengan kebenaran begitu ditegaskan dalam Al Qur’an terutama dalam Surah Al-Ma’idah. Kata Arab, siddqa dikenakan pada figur Maria sebagai seorang yang penuh dengan kebenaran/tidak ada kepalsuan dalam hidupnya. Hidupnya yang benar itu bukan sekedar dikaitkan dengan dirinya sendiri secara manusiawi ataupun dengan sesama sekitanya tetapi juga di hadapan Allah.

Demkianlah seputar pemahaman Maria dalam agama Islam yang nampak dimunculkan dalam Al Qur’an dan beberapa bagian tulisan islami lainnya.  Nampak dengan gamblang, bagaimana wajah Maria dalam Islam adalah wajah seorang wanita yang memiliki kepribadian yang suci dan mampu mempersembahkan hidupnya secara total pada kehendak Allah tanpa menjauhkan dirinya dalam pergulatan hidup sesamanya terutama yang membutuhkan. Kemurnian hidup Bunda Maria sungguh ditampilkan dalam Al Qur’an sebagai undangan bagi semua insan religius  senantiasa menjaga hidup manusiawi-nya  untuk selalu on-line dengan Hidup Ilahi

 
RD.Kristiono Widodo

image_pdfimage_print

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*